Tuesday, June 9, 2009

Retakan Terekam di Mars

Foto-foto yang dikirimkan wahana Phoenix Mars Lander memperlihatkan terjadinya retakan di permukaan Mars.

Retakan tersebut mungkin disebabkan es yang meleleh lalu menguap atau menyublim, dari padat menjadi uap.

Fenomena tersebut terlihat di bagian permukaan yang disebut Snow Queen di bagian bawah Phoenix.

Bagian tersebut terlihat jelas karena saat Phoenix mendarat, thruster (roket pendorong) yang digunakan saat mendarat menyingkirkan debu-debu di sekitarnya.

Retakan sepanjang 10 sentimeter terlihat di permukaan yang keras setelah diamati selama satu bulan. Bentuk retakan dapat dilihat dengan membandingkan dua foto yang diambil saat wahana baru saja mendarat pada pertengahan Juni dan foto pada pertengahan Juli.

Selain retakan, di salah satu bagian juga muncul kerikil baru yang sebelumnya tidak tampak."Foto-foto yang diambil sejak pendaratan hingga hari ke-20 belum memperlihatkan retakan ini," ujar Mike Mellon, salah satu ilmuwan dari Universitas Colorado, AS, yang bekerja untuk misi Phoenix.

Perubahan yang terjadi mengejutkan karena dalam kondisi permukaan Mars yang dingin, penguapan atau penyubliman karena paparan langsung ke atmosfer relatif lebih lama.Penguapan atau penyubliman sebelumnya juga terlihat pada lapisan tanah berwarna putih di lubang galian yang disebut Dodo-Goldilocks.

Namun, sampai saat ini para ilmuwan belum dapat memastikan ada es di Mars. Instrumen yang disiapkan untuk mendeteksi langsung selalu gagal.Mellon juga belum dapat menyimpulkan penyebab retakan tersebut.

Ia menduga retakan tersebut kemungkinan adalah garam yang kehilangan kandungan air sehingga menyusut dan retak. Kemungkinan lainnya adalah retakan tersebut sebelumnya telah ada dan es yang mengisinya menguap atau menyublim.


http://www.siloambisnis.com/

Robot Phoenix Mars Tewas, Misi Berakhir

Badan antariksa AS (NASA) akhirnya memutuskan untuk mengakhiri misi robot Phoenix Mars Lander.

Keputusan ini diambil setelah putus kontak dengan robot berkaki tiga yang dikirim untuk memeriksa es di bawah lapisan Mars.

Manajer proyek Barry Goldstein mengatakan bahwa Phoenix tidak lagi mengirimkan sinyal ke pusat komando sejak 2 November.

Sampai saat ini upaya untuk berkomunikasi dengan robot tersebut melalui satelit yang mengorbit Mars terus dilakukan namun peluangnya sukses sangat kecil.

Phoenix sudah beroperasi di dekat kutub utara Mars selama enam bulan dari jadwal tiga bulan yang direncanakan. Selama misi utamanya, robot tersebut beberapa kali mengeruk sampel tanah permukaan Mars dan memastikan ada kandungan es di bawahnya.


www.siloambisnis.com

Embun Di Planet Mars Terekam Kamera

Foto-foto hasil rekaman robot Pheonix Mars Lander yang mendarat dekat kutub utara Mars memperlihatkan bulatan-bulatan kecil yang menyerupai embun.

Ini merupakan bukti-bukti baru yang menguatkan keberadaan air di Mars.

Titik-titik air itu tampak di dekat titik pendaratan robot berkaki tiga itu.

Foto-foto yang dibuat Phoenix Mars Lander memperlihatkan bulatan-bulatan yang terbentuk, saling menyatu, dan menetes di kaki-kakinya.
"Benda tersebut mungkin lumpur bergaram yang muncrat saat wahana tersebut mendarat," ujar Nilton Renno, kepala ilmuwan misi Phoenix dari Universitas Michigan, AS.

Phoenix mendarat pada akhir Mei lalu dan telah membuktikan adanya es di bawah lapisan Mars. Jika benar perkiraan Renno, garam di lumpur tersebut mungkin kemudian menyerap uap air di atmosfer Mars.

Hal inilah yang dapat menjelaskan mengapa terbentuk titik-titik air. Menurut Renno, gelembung-gelembung tersebut dapat bertahan dalam bentuk cair meski di suhu sangat rendah karena tanah Mars kaya senyawa perklorat.

Senyawa tersebut mirip dengan garam antibeku yang dipakai untuk mencairkan salju di jalanan di musim dingin. Sayangnya, foto yang diambil Phenix beresolusi rendah sehingga tidak dapat menujukkan bagian secara detil.

Setidaknya, rangkaian foto tersebut telah memperlihatkan sifta air. "Penemuan air dalam bentuk cair seperti ini memperkuat kemungkinan bahwa Mars dapat dihuni makhluk hidup," ujar Renno.


www.siloambisnis.com